Saturday, June 19, 2010

KANGEN :(

Pengen purikura lagi ama temen (baca : manten teman) sekelas



semoga ini bukan yang terakhir :)

Friday, June 18, 2010

aku ingin bicara padamu
agar aku bisa menjelaskan
tentang bagaimana dan mengapa
atau bahkan untuk hanya mewakili sebuah maaf
karena aku tau
dan aku tak ingin lari dari semua ini

Tuesday, June 08, 2010

Ditemukan di draft postingan, dan bahkan saya lupa 'dengan alasan apa' saya menuliskannya hahah

9 April 2010

Karena tak mudah bagiku untuk sekedar berkata dengan mulut terkatup dan berurai air mata. Apalagi jika aku harus duduk mengiba dan berkata 'Apa kau tau apa yang kau lakukan pada hidupku??'. Itu mungkin yang kau harapkan dariku, tapi tidak, aku tak bisa. Dan jangan memintaku untuk memulai segalanya.

Bukannya aku menyombongkan diri. Tapi aku seudah terlanjur bersembunyi di bawah bayang-bayang keberanianku. Seperti belajar menjadi seorang pengecut memang. Tapi tak apa, toh pengecut tak selamanya merugikan bukan ??



7 April 2010

aku ini manusia biasa
tidak perlu lagi kujelaskan
karena aku yakin kau pasti tau
kau pasti mengerti
tentang bagaimana itu kesedihan dan kebahagiaan

hai lihatlah
kini aku merapuh
dalam duka yang mendalam
dan kau
sepertinya kau asyik dengan duniamu

jangan berfikir aku menyalahkanmu
karena kau memang tidak salah
kita memang berbeda
setidaknya untuk ukuran siapa kau dan siapa aku

for you : MY FRIENDS :)

Sunday, June 06, 2010

suatu saat nanti ibu :)

Sebuah pertanyaan sederhana dari ibuku yang belum terjawab

"kapan sih kamu bisa dandan ??"

dan judul postingan ini adalah jawaban dari lubuk hati yang terdalam hahah

STRES dan PELARIAN



Sebenarnya bukan karena apa-apa saya menuliskan ini. Karena teringat percakapan antara saya dan dua teman bodoh saya (hahah, maaf, canda men) beberapa saat lalu. Malam itu kedua teman saya, sebut saja si X dan si Y yang notabene berlainan jenis kelamin dengan saya, terlibat suatu pembicaraan konyol. Memang sebenarnya pembicaraan antara kami hanya seputar hal-hal konyol tak tentu arah. Tapi jujur saja jika saya mencerna kembali semua percakapan yang begitu saja mengalir, saya mulai mendapat pelajaran-pelajaran ringan yang terkadang malah terlupakan.

Pada awalnya entah bagaimana teman saya si X melakukan sesuatu yang benar-benar mengejutkan. Tapi sebenarnya mungkin itu hal biasa tapi entah bagaimana saya begitu terkejut saat itu.

saya : "hah, kok gitu deh??"

Si X : "stres men, jangan gtu dong ngliatnya.."

saya : "tapi kan gag harus gtu, stres kenapa??"

Si X : "banyak pikiran"

saya : "klo banyak pikiran kenapa gag cerita"

Si Y : "sebenarnya hal kayak gini wajar men. Jadi kayak semacam pelarian gitu. Dan mungkin ini cara dia."

saya : "maksud lo ??"

Si Y : "seumpama ada orang ***** trus lo nanya, knapa dia kayak gtu, trus orang itu jawab buat ngilangin stres. Mungkin dengan cara itu dia bisa tenang. Jadi tiap orang punya cara sendiri, meskipun menurut lo salah, tapi itu cara dia."

saya : "iya sih.. tapi kan gak harus kayak gini.."

Mungkin itulah secuplik percakapan yang saya ingat. Yaa, memang benar bahwa tiap orang punya cara sendiri untuk menghilangkan stres. Mereka punya pelarian sendiri. Dan sebagai manusia pribadi seseorang tak mempunyai hak untuk memaksa orang lain menentukan bentuk pelarian yang dipilih. Karena mungkin saja orang lain akan tersinggung dan tak terima. Tapi jika hanya sebatas memberikan saran, menurut saya itu bukan sebuah kesalahan. Bukankah setiap orang memang membutuhkan saran ???

Saya sempat memikirkan ini beberapa saat. Lalu terfikir tentang sesuatu, tentang pelarian saya, dan untung saja, pelarian yang saya pilih masih sesuatu yang sangat wajar. Ya, saya memilih menulis sebagai pelarian jika saya stres. Hahah, sederhana sekali memang, tapi begitulah adanya. Memang benar dengan begitulah saya merasa nyaman. Terkadang malah saya bisa teringat akan pelajaran hidup yang terlupakan dengan membaca tulisan-tulisan saya yang dulu.



Untuk teman saya si X dan mungkin teman-teman saya yang lain, bukankah hidup itu pilihan ?? Bahkan untuk sebuah pelarian pun kita harus memilih. Lalu kenapa tidak memilih sesuatu yang tak merugikan ?? terutama untuk diri sendiri. Saya tak bermaksud menggurui, hanya ingin berbagi, dan bukankah hidup ini akan begitu indah jika kita saling berbagi ??


Saturday, June 05, 2010

Maaf , aku kecewa :(

Sebenarnya aku tak perlu menuliskan semua ini. Tapi terkadang hanya dengan kata-katalah aku bisa menghilangkan sedikit kepenatan otakku. Aku memang bukan siapa-siapa. Aku hanya bagian kisah yang kelak mungkin ingin kau lupakan. Tapi tidak denganku. Kau adalah 'siapa-siapa'. Karena semua orang yang pernah hadir dalam hidupku tak pernah kuanggap sebagai 'bukan siapa-siapa', apalagi kamu. Kamu yang sempat juga menjadi objek pemikiranku. Dan sekarang aku kecewa padamu. Mungkin saja harga kecewaku tak seberapa atau bahkan tak ada. Mungkin saja harga kepercayaanku hanya seperti sampah dalam keseharianmu. Ya, karena sekali lagi kujelaskan bahwa aku bukanlah siapa-siapa.

Kenapa harus aku ?? Kenapa harus didepan mataku ?? Kenapa harus kutaruhkan kepercayaanku dengan air mata. Ah, ini memang bukan tentang benar dan salah. Tapi apakah memang benar-benar berbeda sudut pandang antara kau dan aku ?? Apa kau ingin membunuhku pelan-pelan dengan setiap kenyataan yang kau berikan ??

Mungkin, ya mungkin aku akan memilih untuk menjauh. Agar aku tak kecewa. Atau bahkan agar aku bisa menjaga kepercayaanku. Agar aku tetap berada dalam duniaku. Agar aku tak lagi bermasalah dengan kepercayaan. Dan bahkan agar aku tak perlu menjaga kepercayaanku padamu. Agar kau tak perlu manyakiti aku. Agar Aku bisa menjadikan kau 'bukan siapa-siapa' dalam hidupku.

Akan kuluruskan lagi semua tujuan awalku. Mungkin Tuhan mengingatkan aku. Agar aku tak terlalu jauh melangkah. Agar aku tetap kembali pada niatan awal. Hingga waktuku tak sia-sia. Aku memang kecewa, tapi aku tak membencimu. Karena bagaimanapun kau adalH bagian dari kenanganku dan keseharianku. Maaf, jika aku harus befikir beribu kali untuk sekedar mempercayaimu lagi. Biar saja ini hanya menjadi kisah tentang aku.

Thursday, June 03, 2010

Untuk seseorang yang sempat , masih dan semoga slalu aku kenal :)

Kau memang bukan siapa-siapa. Tapi aku mengenangmu sebagai barisan kata-kata. Karena semua ceritaku denganmu adalah bagian dari rangkaian AIUEO antara kau dan aku. Aku tak tau apakah kau tau atau justru tak tau dan bahkan tak mau tau. Tapi bagiku sudah cukup untuk menjadi sekedar semacam pengagum rahasiamu. Bukannya aku malu atau tak mau. Tapi aku sudah menikmati seperti ini. Karena memang aku tak menginginkan sesuatu yang lebih.
Ini hanya sesuatu yang sederhana. Aku menghargai kesederhanaan itu. Bagaimana dialog yang mengalir dan tiba-tiba berhenti. Tapi bukan itu bagian yang kusuka. Aku suka setiap rangkaian kata dan makna yang terselip di dalamnya. Dan aku akui jika aku telah jatuh cinta pada kata-kata..