Showing posts with label BUAH PIKIRAN. Show all posts
Showing posts with label BUAH PIKIRAN. Show all posts

Tuesday, December 29, 2009

I Have My Reasons


"Setiap orang memiliki alasan sendiri untuk ha
hal yang dilakukan dalam hidupnya"


Ya, kata-kata itu tiba-tiba tercetus dalam otak saya
setelah beberapa hari yang lalu saya menyadari mengenai
suatu hal yang saya lakukan. Saya memiliki alasan sendiri
yang bahkan tak mungkin akan dipikirkan orang lain. Bahkan
untuk hal yang paling bodoh sekalipun.
Saya punya alasan mengapa saya memilih untuk diam, saya
punya alasan mengapa saya memilih untuk menghindar, saya
punya alasan mengapa saya memilih untuk berbohong, saya
punya alasan mengapa saya memilih untuk bicara, saya punya
alasan mengapa saya tetap bertahan, saya punya alasan
saya memilih untuk berani, dan saya memiliki alasan untuk
melakukan hal-hal lain dalam hidup saya.

Hal inilah yang membuat saya sedikit berfikir tentang
semua alasan dari apa yang saya perbuat. Terkadang
saya berfikir bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah
perbuatan tanpa alasan dan bahkan tak memerlukan alasan.
Namun setelah saya cerna kembali, lagi-lagi saya menemukan
alasannya, meskipun alasan itu terkadang terlalu bodoh untuk
diterima akal sehat saya sendiri.

Walaupun saya percaya bahwa setiap orang mempunyai alasan
sendiri, bukan berarti saya memungkiri keberadaan suatu hal
atau perbuatan yang tak beralasan.
Ya, selalu ada ketiadaan dalam suatu keberadaan. :)

Dan hari ini saya melakukan hal yang mungkin sebuah hal
yang biasa (baca: sama dengan orang lain). Tapi sejujurnya,
saya memiliki alasan sendiri sesuai dengan nurani saya.

Semoga saja saya bisa memiliki alasan dari apa yang saya
lakukan selanjutnya, sehingga saya lebih memikirkan dulu
apa tindakan yang saya lakukan.

Monday, November 02, 2009

sebuah sindiran

teringat pada sebuah kalimat yang sempat saya ucapkan pada salah seorang teman saya kemarin. Sebuah kalimat yang saya ucapkan begitu saja. Sebenarnya memang bukanlah kalimat yang luar biasa. Hanya sebuah kalimat pasaran yang sederhana. Tapi setelah saya pikir, saya merasa tersindir dengan kata-kata itu.

"memang, terkadang untuk menggenggam sesuatu yang ada di tangan kita, kita harus melepaskan genggaman yang lain. Agar kedua tangan kita dapat menggenggam sesuatu dengan lebih erat."

Yah, saya benar-benar merasa tersindir. Bukankah saat akan mengajarkan sesuatu pada orang lain, kita harus mengamalkan apa yang kita ajarkan itu terlebih dahulu ?? Hm, kalau begitu saya telah berdosa mengatakan itu pada teman saya. Karena saya belum mampu melakukan itu.

Untuk teman saya, saya minta maaf. Dan mungkin, sejak saya menyadari sindiran ini, saya akan mulai sedikit demi sedikit melapaskan apa yang ada di salah satu genggaman yang ada di tangan saya. akan saya gunakan kelima jari yang telah kosong untuk membantu kelima jari yang lain menggenggam mimpi yang semoga saja lebih berharga dari apa yang sudah saya lepaskan.

Thursday, October 15, 2009

hanyasebuahtulisantakberharga

aku pun kini sedang meratapi nasib
bukan karena sebuah kisah cinta yang tak berujung
bukan pula karena aku hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan yang menghimpit

aku hanya merasa bahwa hidupku ini terlalu sia-sia
waktu yang berlalu bergulir begitu saja
hingga tiap masa yang berlalu semakin dalam kusesali

tapi sesalku tidaklah bertahan lama
hanya muncul sekejap dan hilang ditelan keterlenaanku

apakah ini yang disebut manusia ???
atau mungkin aku tak layak disebut manusia dengan pikiran yang jalang ini ???

aku merasa cukup menderita dengan keterbatasan yang kumiliki
apalagi dengan ratapan-ratapan bodoh seperti ini
karena itu bukanlah suatu kesalahan jika semakin lama aku merasa muak dengan diriku sendiri

Friday, September 25, 2009

WHAT'S THE MATTER ??!!!

okeoke..
hanya ingin menjelaskan tentang apa yang sedang terjadi pada diriku ini..
barusan ngebaca ulang isi blog.. dan kesimpulannya adalah :

"SAYA MERASA TIDAK JELAS DENGAN DIRI SAYA SENDIRI"
(ato emang gue yang gag jelas yeee ??)

gag tau gimana, kok setelah dipikir-pikir semua postingan yang ada ngelantur.. ada yang curhat, ada yang nasihat, ada yang ngeluh.. pokoknya ngerasa gag ngerti ama diri sendiri..
mungkin gara-gara kehidupan masih labil sebagai seorang remaja yang beranjak dewasa.. jadi semuanya ditumpahin di blog ini ...

anyway.. SAYA INGIN TETAP MENULIS !!

ada ato tidak yang baca bukan masalah..
suka ato tidak yang baca bukan juga masalah...
hahahahahaha.. ( tampang : girang )

Yang jelas maaf klo gag berkenan..

Wednesday, September 02, 2009

aku ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(sapardi djoko damono)

aku ingin mencintai dirimu yang sederhana
dengan cinta yang sederhana dan kebahagiaan yang sederhana
dan kita berjalan bersama dalam sebuah kehiduoan yang sederhana

Saturday, August 29, 2009

UNTITLED

biar saja bayang itu melekat erat dalam panasnya angin bulan delapan
dan aku yang masih asyik dengan duniaku ikut tenggelam dalam bayang itu
bukan tak berdaya atau tak punya kuasa
hanya saja ada sedikit rasa yang terasa nikmat untuk ditinggalkan

Wednesday, August 26, 2009

impian

Aku tahu bermimpi itu ada batasnya..
tapi batasan itu yang tak kutahu..
karena itu aku akan lebih senang jika disebut bermimpi tanpa batas..

Monday, August 24, 2009

HIDUP !!!

Setiap orang selalu merasa menjadi tokoh utama atau Lakon dalam hidupnya. Seolah segala sesuatu di dunia ini berpusat pada dirinya. Dan semua yang ada serta terjadi di sekitarnya hanya seperti sebuah adegan tambahan (pelengkap) dalam suatu skenario. Orang-orang yang ada pun hanyalah sebagai pemain pembantu atau justru hanya sebagai pemain figuran yang muncul sekilas saja. Apakah begitu pemikiran seseorang akan hidupnya ??
Jika mungkin seperti itu, mungkin itulah yang mnyebabkan seseorang memiliki sifat egois. Orang merasa bahwa dirinyalah yang menjadi pusat dalam kehidupan. Ketika dia ditimpa masalah dalam hidupnya, maka dia akan berfikir bahwa dirinyalah yang paling menderita. Ya.. kejadian ini sering terjadi dalam alur hidupku. Merasa paling menderita. Dalam hal inilah yang aku maksud manusia menjadi orang yang egois. Aku pun menyadari bahwa sering sekali aku menjadi orang yang egois. Dalam pikiran seolah-olah hidup tak mendukung dan menghimpit dari segala sisi. Seolah di luar sana tak ada lagi orang-orang yang lebih menderita dan bermasalah. Padahal, smuanya sangat bertolak belakang. Di luar sana masih banyak orang-orang yang lebih menderita dan memiliki masalah lebih berat daripada yang dirasakan. Hanya saja karena beranggapan sebagai lakon, maka apa yang terjadi pada lakon tersebut dianggap paling penting.
Dalam hal ini aku selalu berusaha untuk mencari jalan keluar yang kira-kira dapat mengeluarkan diri dari anggapan lakon dalam kehidupan ini. Terutama saat tertimpa masalah dan menghadapi cobaan. Saat mendapat masalah, kita harus bisa mencegah munculnya anggapan bahwa diri kita saling menderita. Dapat dilakukan jika kita mau membuka mata dan membuka hati melihat ke bawah. Melihat bahwa di bawah kita masih bnyak orang yang lebih menderita dan membutuhkan pertolongan. Dengan begini kita juga akan bisa menghargai dan menghoormati orang lain.
Kemudian kita juga harus mensyukuri setiap masalah yang ada. Mungkin masalah itu sebagai sebuah peringatan bagi kita yang mungkin telah melakukan sebuah kesalahan yang mungkin tidak kita sadari. Kita juga harus yakin bahwa dibalik semua masalah yang ada pastilah terdapat suatu pelajaran yang dapat diambil. Yah.. mungkin kita terlalu sering mendengar kata-kata itu. Tapi jika kita mau benar-benar mencari pelajaran dibaliknya, maka semuanya akan terasa indah dan menyejukkan. Sungguh, akan terasa nikmat dan menyejukkan jika kita mau mengambil apa yang ada dibaliknya. Sebuah pelajaran yang akan mendewasakan kita.

Mungkin Cuma ini dulu yang bisa aku tulis. Sebenarnya waktu nulis ini aku lagi ada masalah, tetapi aku coba untuk melakukan apa yang aku tulis di atas.
Tau nggak pelajaran apa yang bisa aku ambil ?? Salah satunya adalah aq bisa makin dewasa dalam bersikap dan konkritnya aq bisa nulis kaya di atas. Semoga dapat berguna atau setidaknya menjadi sebuah bacaan ringan bagi orang-orang, khususnya buat yang lagi ada masalah..

Jalani hidupmu , rasakan dan pelajarilah..
Dengan begitu kau dan hidupmu dapat saling memberi..

Sunday, August 02, 2009

Kehidupan manusia seperti sebuah siklus. Melewati masa demi masa. Mulai dari seseorang dilahirkan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya mati. Terkadang semua itu terasa begitu cepat, namun terkadang terasa begitu lambat.
Kini aku sedang berada pada masa remaja. Tapi entahlah, sebenarnya pada keadaan seperti apakah kita disebuat dewasa ? Hal inilah yang membuatku tak tahu dimana posisiku sekarang. Di usia 17 tahun, aku lebih senang disebut remaja yang berharap menjadi dewasa. Hehe..
Sebenernya aku nulis ini karena terinspirasi setelah kepulangan Mas Aul ke indonesia. Yah... Mas Aul punya pilihan sendiri untuk melanjutkan hidupnya. Saat Mas Aul balik, terasa biasa saja. Tapi lama-lama kehilangan juga (Mas Aul jangan GR!!). Maklumlah, selama 17 tahun aq gag pernah jauh-jauh dari dia. Mungkin karena usia yang terlalu dekat yang membuat kami sering bertengkar, tapi keakraban kami tidak dapat dipungkiri lagi. Sampai-sampai bapak bilang : “Neg cedhak we mambu tai, neg adoh mambu kembang” ( klo deket bau tai, klo jauh bau bunga). Haha.. klo menurutku, emang begitulah yang disebut sodara..
Tapi setelah aku pikir-pikir, ternyata aq dan keluaragaku mungkin uda gag akan tinggal untuk jangka waktu yang lama lagi ama Mas Aul. Karena setelah ini Mas Aui kuliah di Bandung, tyuz mungkin kerja dan nikah. Mungkin pamitan Mas Aul kemarin merupakan pamitan dia untuk menuju kehidupan yang luas, kehidupan yang sebenarnya.
Cepat atu lambat, aku akan melewati saat-saat seperti itu. Aku akan keluar dari kehidupan yang telah memanjakanku ini. Aku akan menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Yang lebih keras dan lebih menuntutku untuk menjadi dewasa. Saat dimana aku harus mampu membuat pilihan-pilihan sendiri.
Hingga nanti pada saatnya, jika Allah memberi umur panjang, aku akan kerja, lalu seperti keinginan banyak orang, menikah dan punya anak-anak yang imut dan lucu (hehe..). Semoga saja segalanya kelak dapat berjalan lancar. Tapi tak mungkin, pasti paling tidak dalam hidup ini ada rintangan yang harus dihadapi yang menguji sejauh mana kita dapat membuat keputusan dalam hidup kita masing-masing.
Semua itu tadi hanya bisa terjadi jika Allah memberiku waktu dan kesempatan. Karena bagaimanapun kita tak akan tahu sampai mana umur kita ditentukan. Jadi, yang bisa dilakukan adalah menekuni dan menjalani dengan sebaik dan semaksimal mungkin kehidupan kita sekarang.
Oh ya, ini ada sedikit foto-foto sebelum keberangkatan Mas Aul, eh salah, kepulangan maksudnya.




Buat Mas Aul : Selamat menempuh dan menjalani jalan hidup yang telah kau pilih. Semoga Allah menlindungimu. Ganbatte !!!

Sunday, June 28, 2009

sebuah pemikiran

Baru saja aku inget pada sebuah buku yang pernah aku baca (tapi maaf , aku lupa judulnya). Dalam buku itu disebutkan bahwa “ Stiap orang pintar atau memiliki kelebihan menurut jalannya masing-masing “. Yah .. aku setuju banget dgn apa yang ada di buku itu. Setiap orang sejak lahir dianugrahi kecerdasan dan kelebihan masing-masing yang harus diasah agar dapat terolah dengan baik.

Mungkin qt pernah merasa bodoh akan suatu pekerjaan. Tapi yang perlu diingat adalah qt pasti mempunyai kelebihan dalam hal-hal lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang kelebihan qt sangatlah tergantung pada ketajaman diri dalam membaca potensi yang ada. Qt harus bisa memahami diri sendiri. Agar qt dapat menentukan di bidang mana qt harus berkembang.
Jika qt bisa menemukan bidang yang sesuai dengan qt , tentulah semuanya akan menjadi lebih mudah. Masa depan qt pasti dapat terancang dari dini. Jika proses membaca potensi itu benar, tentulah qt dapat maksimal dan sukses dalam bidang yang qt geluti.

Dengan keyakinan seperti itulah, qt akan dapat mampu bertahan dalam menghadapi kegagalan. Bayangkan saja. Saat hati benar-benar kacau dan hancur, qt masih bisa berkata “ Ah , gag masalah, mungkin ini memang bukan bidangq.. jika mungkin memang keahlian dan bidang q di sini, mungkin aku hanya kurang maksimal dalam berusaha.”
Sangat menyenangkan sekali jika bisa berfikir seperti itu. Qt akan bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan dewasa.

Untuk itu jangan pernah menyerah dalam meraih mimpi meskipun dirundung beribu bahkan berjuta kegagalan.

Manusia berusaha dan Tuhanlah yang menentukan. Kerena itulah, sesuai kapasitas qt sebagai manusia. Qt harus berusaha dan berdoa agar Tuhan menentukan seperti apa yang kita inginkan. Jika Tuhan berkehendak lain, itu berarti Tuhan menunjukkan jalan yang lain yang mungkin lebih baik dari yang kita rencanakan.